Aplikasi pendataan berbasis online yang salalu “viral”
di kalangan Operator Madrasah, viralnya mengalahkan kakaknya simpatika. Sebenarnya
dilihat dari data yang ingin disajikan oleh EMIS memang sangat bagus untuk
database ke depan, tapi dalam prosesnya masih menemui banyak kendala, baik dari
sisi aplikasinya sisi penggunanya sisi datanya bahkan sisi manfaatnya.
Kendala selanjutnya adalah ketika terjadi
mutasi keluar atau masuk, data divervalpd pada kenyataannya lama bergerak. Adalagi
Aplikasi EMIS mengusung data yang lengkap tetapi masih harus upload KK, sampai
saat ini saya pribadi belum paham apa manfaatnya, karena toh data siswa tetap
dari vervalpd yang tersinkron dengan dukcapil, sementara vervalpd saja sekarang
sudah tidak menggunakan upload KK. Kemudian dari kendala lainnya berkaitan
dengan data yang ada di EMIS, justru Madrasah tidak bisa langsung download data
secara lengkap, artinya ketika operator sudah mengisi data selengkap mungkin
termasuk penghasilan orang tua dan alamat orang tua akhirnya juga tidak bisa di
download dalam bentuk file excel. Belum lagi dari sisi pengguna atau Operator
Madrasahnya yang kadang bingung cara mengerjakannya karena jarang sekali menu
baru muncul dengan petunjuk resminya, sehingga Operator Madrasah dituntut untuk
belajar autodidak.
Terlepas dari semua seluk beluk yang terjadi di
EMIS tentu saja aplikasi dibuat untuk menyajikan data yang baik demi kemajuan
Kementerian Agama terutama Madrasah. Semoga semakin kedepat semakin dipermudah
dan mampu menyajikan data yang valid. Salam semangat Operator Madrasah, bekerja
dalam senyap dengan hasil maksimal.
.bmp)
