Showing posts with label Unggas. Show all posts
Showing posts with label Unggas. Show all posts

Istilah Dalam Bidang Perunggasan

Poultry/Unggas:
Hewan kelas aves yang telah didomestikasikan yang mampu memberikan nilai ekonomis dalam bentuk barang atau jasa untuk kesejahteraan manusia serta perkembangbiakannya dikelola oleh manusia.

Poultry Science:
Ilmu pengetahuan baik berupa prinsip atau praktis tentang unggas serta tentang reproduksi, produksi dan pemasarannya.

DOC:
Day old chick atau anak ayam umur sehari, juga dinamakan kuri atau kuthuk umur sehari.

Ayam Broiler:
Ayam penghasil daging dengan umur pemeliharaan sampai panen cukup singkat sekitar 35 hari.

Ayam Layer:
Ayam petelur yang dipelihara hingga umur sekitar 75 minggu dengan masa produksi sekitar umur 20-75 minggu.

HDA (Hen Day Average):
Persentase perbandingan jumlah produksi telur dengan populasi ayam dalam satu kelompok pada satuan waktu tertentu.

FI (Feed Intake):
Jumlah pakan yang dihabiskan oleh ayam atau unggas pada periode waktu tertentu.

FCR (Feed Conversion Ratio):
Perbandingan jumlah pakan yang dihabiskan dengan kenaikan berat badan pada waktu dan satuan berat yang sama.

Efisiensi Pakan:
Besarnya bagian pakan yang dapat diubah menjadi produk daging atau telur yang dinyatakan dalam persen.

Class:
Standar klasifikasi ayam berdasarkan daerah asal usul geografis yang memberikan variasi perbedaan bentuk dan sifat karaktersitikdari ayam tersebut. Contoh ayam asia, amerika.

Bangsa/Breed:
Klasifikasi ayam berdasarkan bentuk morfologhi dan besar tubuh yang sama dari setiap klas, contoh ayam brahma.

Strain:
Klasifikasi ayam berdasarkan garis keturunan tertentu melalui persilangan dari berbagai klas, bangsa atau varietas sehingga ayam tersebut memiliki bentuk, sifat dan tipe produksi tertentu sesuai dengan tujuan produksi.

Karkas Unggas:
Hasil pemotongan unggas tanpa disertai bagian darah, bulu, kepala, cakar, usus, giblet (hati jantung empedal), tetapi paru-paru termasuk di dalam bagian karkas.

Albumin:
Putih telur kaya protein yang dihasilkan oleh magnum.

Yolk:
Bagian telur paling dalam yang mengandung lemak, trigliserida, glukosa, mineral dan karotin.

Oviduk:
Saluran reproduksi ayam betina yang terdiri dari infundibulum, magnum, istmus, uterus, dan vagina.

Ovarium:
Alat reproduksi ayam betina yang menghasilkan ovum.

Ovulasi:
Adalah peristiwa keluarnya ovum (yolk) dari folikel setelah robek pada bagian stigma oleh pengaruh hormone LH, ovum yang terlepas kemudian akan ditangkap oleh infundibulum.

Oviposition:
Peristiwa keluarnya telur dari kloaka karena pengaruh hormone oksitosin.

Molting:
Adalah peristiwa rontoknya bulu secara alamiahdan beraturan. Molting yang dipaksakan disebut force molting yang bertujuan untuk mengatur produksi telur.

Plumping:
Penyerapan air dan mineral saat mulai terbentuknya kerabang tipis yang terjadi di istmus.

Brodinnes:
Adalah usaha ayam mengerami telurnya setelah bertelur pada periode tertentu dan dipengaruhi oleh hormone prolaktin.

Fitobiotik Temulawak

Kebutuhan protein hewani dapat dipenuhi dari susu, telur, dan daging. Daging dapat dipenuhi dari ternak sapi, kambing, ayam, dan ternak yang lain. Dari berbagai jenis ternak tersebut, ayam broiler dianggap lebih baik, karena pertumbuhannya relatif lebih cepat dengan tekstur daging yang lembut, empuk, dan gurih, serta harga yang relatif lebih murah jika dibandingkan daging sapi atau daging kambing. Protein daging ayam broiler juga cukup tinggi, sekitar 18%.

Kondisi yang mendukung sangat diperlukan untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal. Faktor lingkungan adalah faktor yang harus diperhatikan di samping juga ada faktor genotip dan interaksi genotip-lingkungan. Faktor lingkungan yang sangat berperan dalam hal ini adalah faktor pakan. Untuk memperoleh hasil yang baik maka diperlukan penambahan bahan tertentu dalam pakan yang dapat meningkatkan produktivitas ternak. Bahan yang sering ditambahkan dalam pakan atau yang dikenal dengan bahan aditif antara lain: antibiotik, probiotik, dan fitobiotik. Bahan aditif pakan adalah bahan yang tidak mengandung nutrien yang ditambahkan dalam pakan ternak.

Salah satu aditif pakan yang mampu memberikan efek positif dalam penggunaan nutrien pakan oleh ayam adalah fitobiotik. Fitobiotik adalah aditif pakan yang berasal dari bahan tanaman murni. Telah dilaporkan bahwa fitobiotik mampu menstimulasi pertumbuhan ayam dan sekaligus digunakan untuk pemeliharaan kesehatan ayam (Zuprizal, 2004). Udayana (2006) menyatakan bahwa fitobiotik mampu mengontrol mikro organisme di dalam saluran pencernaan unggas. Keberadaan mikro organisme berpengaruh terhadap pencernaan pakan dan pemanfaatan energi pakan, sehingga mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan hewan inangnya. Fitobiotik mampu meningkatkan kegiatan metabolisme dalam tubuh, sehingga fitobiotik ini sangat potensial dimanfaatkan sebagai aditif dalam ransum unggas.

Kandungan fitobiotik setiap tanaman berbeda sehingga perlu penelitian lebih lanjut guna mengetahui kinerja yang ditimbulkan sebagai efek dari penggunaan fitobiotik tanaman tersebut. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai sumber fitobiotik adalah rimpang temulawak.

Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia yang memiliki khasiat obat. Di dalam rimpang temulawak terdapat kurkumin yang mampu merangsang sekresi getah pankreas yang mengandung enzim-enzim pencernaan. Temulawak juga mengandung zat aktif germacrene, xanthorrizol, dan alpha-betha-curcumena, yang bermanfaat sebagai anti radang, antibiotik, meningkatkan sekresi empedu dan menyegarkan badan.
Posting Lama ►
 

Copyright 2012 Ilmuku: Unggas Template by Bamz Templates